Gambar adalah salah satu elemen visual paling mendasar dalam sebuah halaman web. Hampir tidak ada situs modern yang tidak menampilkan setidaknya satu gambar, baik berupa logo, foto artikel, ilustrasi produk, maupun ikon navigasi. Sebagai seseorang yang sudah mengenal cara membuat tautan dan menampilkan teks di HTML, Anda telah memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menyisipkan gambar menggunakan elemen <img>. Elemen ini merupakan bagian dari kategori HTML Media, yakni sekumpulan elemen yang memungkinkan browser menampilkan konten berupa gambar, audio, video, dan media tertanam lainnya. Memahami cara kerja <img> bukan sekadar mengetahui cara menuliskan satu baris kode, melainkan memahami hubungan antara tag, atribut, lokasi file, dan bagaimana browser menginterpretasikan semuanya menjadi tampilan visual yang dapat dilihat pengguna. Tutorial ini akan memandu Anda secara bertahap dari konsep dasar hingga praktik nyata yang langsung bisa dicoba di komputer Anda.
Sebelum mulai menulis kode, penting untuk memahami bahwa elemen <img> di HTML memiliki sejumlah atribut utama yang masing-masing memiliki peran spesifik. Atribut src memberi tahu browser di mana file gambar berada. Atribut alt menyediakan teks alternatif yang ditampilkan ketika gambar tidak berhasil dimuat, sekaligus membantu pembaca layar bagi pengguna dengan keterbatasan penglihatan. Atribut width dan height menentukan dimensi tampilan gambar dalam piksel. Keempat atribut ini bekerja bersama-sama dan memiliki konsekuensi nyata jika salah satu dihilangkan atau diisi dengan nilai yang tidak tepat. Tutorial ini menggunakan editor teks biasa seperti Notepad, VS Code, atau Notepad++ serta browser modern seperti Google Chrome atau Firefox. Tidak diperlukan server lokal maupun instalasi tambahan karena semua contoh dalam panduan ini dapat dijalankan langsung dengan membuka file HTML di browser.
Landasan Sains dan Prinsip Kerja Metode
Elemen <img> dalam HTML adalah apa yang disebut sebagai void element atau elemen kosong, artinya elemen ini tidak memiliki tag penutup dan tidak memuat konten teks di antara tag pembuka dan penutup seperti elemen <p> atau <a>. Ketika browser membaca dokumen HTML dan menemukan elemen <img>, browser mengirimkan permintaan HTTP terpisah ke server atau membaca file dari sistem lokal berdasarkan nilai atribut src. File gambar tersebut kemudian diunduh secara terpisah dan ditampilkan di posisi di mana elemen <img> berada di dalam aliran dokumen. Inilah mengapa gambar dan file HTML adalah dua entitas berbeda: HTML hanyalah instruksi yang memberitahu browser di mana menemukan gambar dan bagaimana menampilkannya, sedangkan file gambar adalah sumber daya terpisah yang dimuat secara independen. Pemahaman ini sangat penting karena menjadi dasar mengapa atribut src harus menunjuk ke lokasi file yang benar-benar ada.
Atribut src menerima nilai berupa URL, yang bisa berupa URL absolut maupun URL relatif. URL absolut adalah alamat lengkap yang menyertakan protokol, seperti https://example.com/gambar/foto.jpg, dan biasanya digunakan untuk memuat gambar dari server eksternal. URL relatif adalah alamat yang dihitung berdasarkan lokasi file HTML saat ini, seperti gambar/foto.jpg yang berarti file foto.jpg berada di dalam folder gambar yang ada di direktori yang sama dengan file HTML. Untuk pemula, URL relatif adalah pendekatan yang lebih sering digunakan karena proyek web pada umumnya menyimpan semua asetnya secara lokal sebelum diunggah ke server. Kesalahan paling umum adalah menulis path yang tidak sesuai dengan struktur folder sebenarnya, sehingga browser tidak dapat menemukan file gambar dan menampilkan ikon gambar rusak sebagai gantinya.
Atribut alt memiliki peran yang lebih dari sekadar teks pengganti ketika gambar gagal dimuat. Dari perspektif aksesibilitas web, atribut alt adalah jembatan antara konten visual dan pengguna yang tidak dapat melihat gambar tersebut, baik karena menggunakan pembaca layar, karena koneksi internet lambat, maupun karena menonaktifkan pemuatan gambar di browser mereka. Mesin pencari seperti Google juga menggunakan nilai alt untuk memahami konteks gambar, yang berkontribusi pada peringkat halaman web di hasil pencarian. Atribut width dan height berperan dalam stabilitas tata letak halaman: ketika browser mengetahui ukuran gambar sebelum gambar selesai dimuat, browser dapat mengalokasikan ruang yang tepat di halaman sehingga konten di sekitar gambar tidak berpindah posisi secara tiba-tiba ketika gambar akhirnya tampil. Fenomena pergeseran tata letak mendadak ini dikenal sebagai layout shift dan dapat mengganggu pengalaman pengguna secara signifikan.
Formula, Komposisi Bahan, atau Spesifikasi Parameter
Elemen <img> memiliki sejumlah atribut yang perlu Anda pahami sebelum menulis kode. Tabel berikut merangkum atribut-atribut utama beserta spesifikasi nilainya dan fungsi teknisnya dalam konteks menampilkan gambar di HTML. Memahami setiap atribut secara terpisah akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat saat menulis kode dan melakukan debugging ketika gambar tidak muncul seperti yang diharapkan.
| Atribut / Komponen | Spesifikasi / Nilai | Fungsi Teknis |
|---|---|---|
Tag <img> | Void element, tidak memiliki tag penutup | Menginstruksikan browser untuk memuat dan menampilkan sumber daya gambar di posisi elemen dalam dokumen |
Atribut src | String URL absolut atau relatif, wajib diisi | Menentukan lokasi file gambar yang akan dimuat oleh browser; jika salah, gambar tidak tampil |
Atribut alt | String teks deskriptif, wajib diisi (bisa kosong untuk gambar dekoratif) | Menyediakan teks pengganti untuk aksesibilitas, SEO, dan kondisi ketika gambar gagal dimuat |
Atribut width | Bilangan bulat positif dalam satuan piksel, tanpa satuan "px" | Menentukan lebar tampilan gambar; membantu browser mengalokasikan ruang sebelum gambar dimuat |
Atribut height | Bilangan bulat positif dalam satuan piksel, tanpa satuan "px" | Menentukan tinggi tampilan gambar; bersama width mencegah layout shift saat halaman dimuat |
| Format JPEG (.jpg / .jpeg) | Didukung semua browser modern | Cocok untuk foto dengan gradasi warna kompleks; menggunakan kompresi lossy |
| Format PNG (.png) | Didukung semua browser modern | Cocok untuk gambar dengan transparansi atau garis tegas; menggunakan kompresi lossless |
| Format GIF (.gif) | Didukung semua browser modern | Mendukung animasi sederhana dan transparansi satu warna; terbatas hingga 256 warna |
| Format WebP (.webp) | Didukung Chrome, Firefox, Edge, Safari 14+ | Format modern dengan kompresi lebih efisien dari JPEG dan PNG; mendukung transparansi dan animasi |
URL Relatif vs Absolut pada src | Relatif: dihitung dari lokasi file HTML; Absolut: dimulai dengan protokol (https://) | URL relatif digunakan untuk aset lokal dalam proyek; URL absolut untuk gambar dari server eksternal |
src dan alt adalah dua atribut yang secara teknis diwajibkan oleh spesifikasi HTML untuk elemen <img>. Menghilangkan src akan membuat gambar tidak muncul sama sekali. Menghilangkan alt melanggar panduan aksesibilitas web (WCAG) dan dapat merugikan nilai SEO halaman Anda. Untuk gambar yang bersifat murni dekoratif dan tidak membawa informasi, gunakan alt="" (nilai kosong) agar pembaca layar melewatinya, bukan menghilangkan atribut alt sepenuhnya.Panduan Langkah Kerja Bertahap
Menyiapkan Folder Proyek dan File Gambar
Sebelum menulis satu baris kode pun, Anda perlu menyiapkan struktur folder yang terorganisir. Buat sebuah folder baru di lokasi yang mudah diakses, misalnya di Desktop atau di dalam folder Dokumen Anda. Beri nama folder tersebut belajar-gambar-html. Di dalam folder tersebut, buat subfolder bernama images yang akan digunakan untuk menyimpan semua file gambar. Struktur direktori yang akan Anda gunakan sepanjang tutorial ini adalah sebagai berikut:
belajar-gambar-html/
├── index.html
└── images/
└── pemandangan.jpg
Sekarang, tempatkan sebuah file gambar JPEG apa saja ke dalam folder images dan ubah namanya menjadi pemandangan.jpg. Anda bisa menggunakan foto apa pun dari komputer Anda. Pastikan nama file menggunakan huruf kecil semua dan tidak mengandung spasi, karena sistem file di beberapa server bersifat case-sensitive dan spasi pada nama file dapat menyebabkan URL tidak terbaca dengan benar. Untuk memverifikasi langkah ini, buka File Explorer atau Finder dan pastikan struktur folder sudah sesuai dengan diagram di atas sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
Membuat Dokumen HTML Dasar
Buka editor teks Anda, misalnya Notepad (Windows), TextEdit dalam mode plain text (Mac), atau VS Code. Buat file baru dan simpan dengan nama index.html tepat di dalam folder belajar-gambar-html, bukan di dalam subfolder images. Tuliskan struktur dokumen HTML dasar berikut sebagai kerangka halaman yang akan Anda gunakan:
<!doctype html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="utf-8">
<title>Belajar Menyisipkan Gambar di HTML</title>
</head>
<body>
<h1>Latihan Menyisipkan Gambar</h1>
<p>Gambar akan muncul di bawah paragraf ini.</p>
<!-- Elemen img akan ditambahkan di sini pada langkah berikutnya -->
</body>
</html>
Simpan file tersebut dengan memastikan encoding-nya adalah UTF-8. Di Notepad Windows, pilih menu File > Save As, lalu pada dropdown Encoding pilih UTF-8. Di VS Code, encoding UTF-8 adalah default. Untuk memverifikasi, buka file index.html di browser dengan cara klik dua kali pada file tersebut. Browser seharusnya menampilkan halaman dengan judul "Latihan Menyisipkan Gambar" dan paragraf teks di bawahnya. Jika halaman tampil dengan benar, Anda siap untuk langkah selanjutnya.
Menyisipkan Gambar Menggunakan Tag img dan Atribut src serta alt
Sekarang saatnya menulis kode inti dari tutorial ini. Buka kembali file index.html di editor teks Anda dan tambahkan elemen <img> di dalam bagian <body>, tepat setelah elemen <p>. Ganti baris komentar HTML yang Anda tulis sebelumnya dengan elemen <img> berikut. Perhatikan bahwa nilai src menggunakan path relatif images/pemandangan.jpg karena file gambar berada di dalam subfolder images yang ada di direktori yang sama dengan index.html:
<!doctype html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="utf-8">
<title>Belajar Menyisipkan Gambar di HTML</title>
</head>
<body>
<h1>Latihan Menyisipkan Gambar</h1>
<p>Gambar akan muncul di bawah paragraf ini.</p>
<img src="images/pemandangan.jpg" alt="Foto pemandangan alam dengan langit biru dan pegunungan hijau">
</body>
</html>
Simpan file, lalu buka atau muat ulang halaman di browser. Gambar pemandangan.jpg seharusnya muncul di bawah paragraf teks, ditampilkan dalam ukuran aslinya. Nilai atribut alt yang ditulis harus mendeskripsikan isi gambar secara akurat dan ringkas, sebagaimana contoh di atas. Jika gambar tidak muncul dan Anda melihat ikon gambar rusak, periksa kembali apakah nama file dan path pada src sudah tepat, termasuk penggunaan huruf besar/kecil yang konsisten dengan nama file sebenarnya.
Mengatur Dimensi Gambar dengan Atribut width dan height
Gambar yang ditampilkan tanpa atribut width dan height akan muncul dalam ukuran aslinya, yang mungkin terlalu besar atau terlalu kecil untuk kebutuhan tata letak halaman Anda. Atribut width dan height menerima nilai berupa angka bilangan bulat yang merepresentasikan ukuran dalam piksel, tanpa perlu menuliskan satuan "px". Selain itu, mencantumkan kedua atribut ini membantu browser mengalokasikan ruang yang tepat sebelum gambar selesai diunduh, sehingga menghindari pergeseran tata letak. Perbarui elemen <img> dalam file index.html Anda dengan menambahkan kedua atribut tersebut:
<img
src="images/pemandangan.jpg"
alt="Foto pemandangan alam dengan langit biru dan pegunungan hijau"
width="600"
height="400"
>
Pada contoh di atas, gambar akan ditampilkan dengan lebar 600 piksel dan tinggi 400 piksel, terlepas dari ukuran asli file gambar. Jika rasio aspek yang Anda tentukan berbeda dari rasio asli gambar, gambar akan tampak terdistorsi (meregang atau menyempit). Untuk menghindari distorsi, pastikan nilai width dan height memiliki rasio yang sama dengan ukuran asli gambar. Sebagai contoh, jika gambar asli berukuran 1200 x 800 piksel, rasio aspeknya adalah 3:2, sehingga nilai 600 x 400 atau 300 x 200 adalah pilihan yang aman. Simpan file dan muat ulang di browser untuk melihat gambar dengan dimensi yang telah ditentukan.
Menggunakan URL Absolut untuk Memuat Gambar dari Sumber Eksternal
Selain menggunakan file gambar lokal, Anda juga dapat menyisipkan gambar dari internet menggunakan URL absolut pada atribut src. Ini berguna ketika Anda ingin merujuk gambar yang sudah tersedia di server publik tanpa perlu mengunduhnya terlebih dahulu. Perhatikan bahwa memuat gambar dari server pihak ketiga mengandung risiko: gambar bisa dihapus atau dipindahkan oleh pemiliknya kapan saja, yang akan menyebabkan gambar tidak muncul di halaman Anda. Sebagai latihan, tambahkan gambar kedua di bawah gambar pertama dalam file index.html menggunakan URL absolut yang mengarah ke gambar publik dari layanan placeholder. Berikut adalah contoh menggunakan layanan placeholder https://via.placeholder.com yang menyediakan gambar dengan dimensi sesuai permintaan:
<!doctype html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="utf-8">
<title>Belajar Menyisipkan Gambar di HTML</title>
</head>
<body>
<h1>Latihan Menyisipkan Gambar</h1>
<p>Gambar lokal dari folder images:</p>
<img
src="images/pemandangan.jpg"
alt="Foto pemandangan alam dengan langit biru dan pegunungan hijau"
width="600"
height="400"
>
<p>Gambar dari URL absolut (placeholder):</p>
<img
src="https://via.placeholder.com/400x250"
alt="Gambar placeholder berukuran 400 kali 250 piksel"
width="400"
height="250"
>
</body>
</html>
Simpan file dan muat ulang di browser. Gambar pertama diambil dari file lokal, sementara gambar kedua diambil dari internet. Untuk gambar kedua bisa tampil, komputer Anda harus terhubung ke internet. Jika koneksi tidak tersedia, gambar kedua tidak akan muncul dan teks dari atribut alt-nya yang akan ditampilkan sebagai gantinya, membuktikan fungsi penting dari atribut alt.
Menjadikan Gambar sebagai Tautan dengan Menggabungkan img dan a
Karena Anda sudah memahami cara membuat tautan dengan elemen <a>, Anda dapat menggabungkan pengetahuan tersebut dengan elemen <img> untuk membuat gambar yang dapat diklik sebagai tautan. Caranya adalah dengan menempatkan elemen <img> di dalam elemen <a>. Teknik ini sangat umum digunakan untuk logo situs yang sekaligus berfungsi sebagai tautan ke halaman utama. Perbarui file index.html Anda dengan menambahkan contoh ini sebagai bagian terakhir dari body dokumen:
<!doctype html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="utf-8">
<title>Belajar Menyisipkan Gambar di HTML</title>
</head>
<body>
<h1>Latihan Menyisipkan Gambar</h1>
<p>Gambar lokal dari folder images:</p>
<img
src="images/pemandangan.jpg"
alt="Foto pemandangan alam dengan langit biru dan pegunungan hijau"
width="600"
height="400"
>
<p>Gambar dari URL absolut (placeholder):</p>
<img
src="https://via.placeholder.com/400x250"
alt="Gambar placeholder berukuran 400 kali 250 piksel"
width="400"
height="250"
>
<p>Gambar yang dapat diklik sebagai tautan:</p>
<a href="https://www.wikipedia.org" target="_blank">
<img
src="images/pemandangan.jpg"
alt="Klik gambar ini untuk membuka Wikipedia di tab baru"
width="300"
height="200"
>
</a>
</body>
</html>
Simpan file dan muat ulang di browser. Anda seharusnya melihat tiga gambar pada halaman. Gambar ketiga, yang berukuran 300 x 200 piksel, adalah tautan. Arahkan kursor ke atas gambar tersebut; kursor akan berubah menjadi ikon tangan yang menandakan elemen dapat diklik. Klik gambar tersebut dan Wikipedia akan terbuka di tab baru berkat atribut target="_blank" pada elemen <a>. Perhatikan bahwa nilai alt pada gambar tautan sebaiknya menjelaskan tujuan tautan, bukan hanya mendeskripsikan gambar secara visual, karena itulah informasi yang paling berguna bagi pengguna pembaca layar.
Verifikasi Akhir dan Parameter Kelayakan
Setelah menyelesaikan semua langkah, gunakan tabel berikut untuk memverifikasi bahwa setiap aspek implementasi gambar dalam file index.html Anda sudah benar. Periksa setiap parameter secara berurutan. Jika ada parameter yang masih menunjukkan kondisi "sebelum", kembali ke langkah yang relevan dan perbaiki kodenya sebelum melanjutkan ke topik HTML berikutnya. Cara paling cepat untuk memverifikasi adalah dengan membuka DevTools browser (tekan F12 di Chrome atau Firefox), lalu pilih tab Elements atau Inspector untuk memeriksa markup HTML secara langsung dan tab Network untuk melihat apakah semua file gambar berhasil dimuat dengan status HTTP 200.
| Parameter | Sebelum Menerapkan Metode | Sesudah Menerapkan Metode (Target) |
|---|---|---|
| Tampilan gambar di browser | Tidak ada gambar, halaman hanya menampilkan teks | Gambar pemandangan.jpg tampil di bawah paragraf pertama dengan lebar 600px dan tinggi 400px |
Atribut alt pada setiap elemen img | Atribut alt tidak ada atau kosong untuk gambar informatif | Setiap elemen <img> memiliki atribut alt dengan deskripsi yang akurat dan relevan |
| Pemuatan gambar eksternal (placeholder) | Gambar kedua tidak muncul atau URL salah | Gambar placeholder dari https://via.placeholder.com/400x250 muncul dengan ukuran 400x250px saat terkoneksi internet |
| Fungsi gambar sebagai tautan | Klik pada gambar ketiga tidak melakukan apapun | Klik pada gambar ketiga membuka https://www.wikipedia.org di tab baru |
| Status pemuatan file di DevTools Network | File gambar menunjukkan status 404 (Not Found) atau error di konsol | Semua file gambar lokal menunjukkan status 200 atau status dari cache tanpa error di konsol browser |
Solusi Masalah di Lapangan (FAQ Teknis)
1. Gambar tidak muncul dan saya melihat ikon gambar rusak atau kotak dengan tanda X. Apa yang salah?
Gejala ini hampir selalu disebabkan oleh nilai atribut src yang tidak mengarah ke lokasi file gambar yang sebenarnya. Ada beberapa penyebab umum: pertama, nama file pada src tidak sama persis dengan nama file di komputer, termasuk perbedaan huruf besar dan kecil (misalnya Pemandangan.jpg di folder tetapi pemandangan.jpg di kode); kedua, ekstensi file berbeda dari yang Anda tulis (misalnya file aslinya .jpeg tetapi Anda menulis .jpg); ketiga, path folder tidak sesuai (misalnya file ada di images/pemandangan.jpg tetapi Anda menulis hanya pemandangan.jpg). Cara memverifikasinya: buka DevTools browser, pilih tab Network, muat ulang halaman, dan cari nama file gambar. Jika statusnya 404, berarti path pada src salah. Bandingkan path di kode dengan lokasi file sebenarnya di File Explorer atau Finder.
2. Gambar muncul tetapi terlihat terdistorsi, terlalu gepeng, atau terlalu memanjang. Bagaimana cara memperbaikinya?
Distorsi gambar terjadi ketika nilai width dan height yang Anda tentukan di HTML tidak proporsional dengan dimensi asli file gambar. Misalnya, gambar asli berukuran 800 x 600 piksel (rasio 4:3), tetapi Anda menulis width="600" height="600" (rasio 1:1). Browser akan meregangkan gambar untuk memenuhi dimensi yang ditentukan sehingga gambar tampak terdistorsi. Solusinya adalah mencari tahu ukuran asli gambar terlebih dahulu (klik kanan file gambar, pilih Properties/Get Info), lalu hitung dimensi tampilan yang Anda inginkan dengan mempertahankan rasio yang sama. Alternatif lain, gunakan hanya salah satu atribut saja, misalnya hanya width="600" tanpa height, dan biarkan browser menghitung tinggi secara proporsional. Namun perlu diketahui bahwa tanpa height, browser tidak dapat mencadangkan ruang vertikal sebelum gambar dimuat, yang bisa menyebabkan layout shift.
3. Saya ingin menggunakan gambar dari internet tetapi khawatir gambar tersebut tiba-tiba menghilang. Apa rekomendasi terbaiknya?
Kekhawatiran Anda sangat beralasan. Ketika Anda menggunakan URL absolut yang mengarah ke server pihak ketiga, Anda tidak memiliki kendali atas ketersediaan file tersebut. Pemilik server dapat menghapus, memindahkan, atau membatasi akses gambar kapan saja, yang menyebabkan gambar di halaman Anda tidak lagi tampil. Solusi yang paling andal adalah mengunduh file gambar ke komputer Anda, menempatkannya di dalam folder proyek (misalnya di dalam folder images), lalu menggunakan URL relatif pada atribut src. Dengan cara ini, gambar selalu tersedia selama file proyek Anda utuh. Jika memang harus menggunakan gambar eksternal, pastikan Anda memiliki izin penggunaan dari pemilik gambar dan perhatikan ketentuan lisensinya. Selain itu, selalu sediakan teks alt yang informatif sebagai jaring pengaman ketika gambar tidak dapat dimuat.
4. Saya sudah menulis atribut alt tetapi pembimbing saya bilang penulisan saya kurang tepat. Bagaimana cara menulis nilai alt yang benar?
Nilai alt yang baik harus menggambarkan isi dan konteks gambar secara ringkas, sebagaimana Anda akan mendeskripsikannya kepada seseorang yang tidak dapat melihatnya. Hindari mengawali dengan "Gambar dari..." atau "Foto tentang..." karena pembaca layar sudah mengumumkan bahwa elemen tersebut adalah gambar. Sebagai contoh, untuk foto pemandangan gunung saat matahari terbit, nilai yang kurang tepat adalah alt="gambar" atau alt="foto bagus". Nilai yang lebih baik adalah alt="Puncak Gunung Bromo dengan lautan awan saat matahari terbit". Untuk gambar yang berfungsi sebagai tombol atau tautan, nilai alt harus menjelaskan tujuan tindakan, bukan visual gambarnya. Contoh: alt="Buka halaman beranda" untuk logo yang berfungsi sebagai tautan ke halaman utama. Untuk gambar dekoratif yang tidak membawa informasi, gunakan alt="" agar pembaca layar melewatinya.
Kesimpulan dan Rencana Aksi
Anda telah mempelajari cara kerja elemen <img> secara menyeluruh, mulai dari cara browser memuat file gambar secara terpisah dari dokumen HTML, cara menulis atribut src dengan URL relatif maupun absolut, pentingnya atribut alt untuk aksesibilitas dan SEO, hingga cara mengontrol dimensi tampilan gambar dengan atribut width dan height. Anda juga telah mempraktikkan teknik menggabungkan elemen <img> dengan elemen <a> untuk menciptakan gambar yang dapat diklik sebagai tautan, sebuah pola yang sangat umum ditemukan di hampir setiap situs web. Pemahaman mendalam tentang atribut-atribut ini, khususnya tentang URL relatif dan konsekuensi dari setiap atribut yang dihilangkan, adalah bekal yang akan terus relevan bahkan ketika Anda nantinya bekerja dengan framework atau sistem manajemen konten yang lebih kompleks.
Sebagai rencana aksi, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperdalam pemahaman ini. Pertama, coba ganti nilai width dan height secara eksperimental dan amati bagaimana perubahan tersebut memengaruhi tampilan di browser, termasuk saat Anda hanya mengisi salah satunya. Kedua, coba sengaja salah menuliskan path pada src dan amati apa yang terjadi, termasuk pesan apa yang muncul di tab Network pada DevTools. Ketiga, tambahkan beberapa gambar dengan format berbeda seperti PNG dan GIF ke dalam folder proyek Anda dan sisipkan semuanya ke dalam halaman yang sama untuk memahami perbedaan hasilnya. Langkah-langkah berikutnya dalam perjalanan belajar HTML Anda adalah mempelajari cara menampilkan audio dan video menggunakan elemen <audio> dan <video>, serta cara menggunakan CSS untuk mengontrol tampilan gambar dengan lebih fleksibel, termasuk membuat gambar responsif yang menyesuaikan ukurannya dengan lebar layar perangkat pengguna.
Ditulis dan diedit oleh Ahmad Ismail Al Malik
